Subuah cerita tentang dua orang sahabat A dan B yang sering mengambil dan memanggul air dari atas bukit, dan menjualnya ke penduduk desa. memang di desa kedua sahabat itu walaupun sedikit berpen
duduk tapi sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air.
Hari demi hari berlalu begitu saja. si A dan B terus melayani dengan penuh semangat warga yang membeli air kepada mereka. namun mereka merasa penghasilan mereka dari menjual air m
asih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Akhirnya si A memutuskan untuk membuat saluran air dari bukit ke perkampungan di desa. Walaupun susuatu yang sulit dan lama si A tetap melakukannya.
Sedangkan si B, karena merasa yang dilakukan si A adalah pekerjaan yang sulit dan menghabiskan waktu. si B memutuskan menambah jam pengantaran air dan menambah volum ember yang dijadikan tempat membawa air.
waktu terus berlalu si A tampak kelelahan dengan pekerjaannya membuat saluran air dari bukit ke perkampungan didesa. namun si A terus melakukannya. sebaliknya dengan si B, ia menikmati hasil jarih payahnya dari penghasilan menjual air ke pendudukan desa. kebutuhan sehari-harinya terpenuhi bahkan lebih dari sekedar cukup.
namun sayang, kondisi si B tidak bertahan lama. si B akhirnya sakit dan tidak bisa menjual air kependuduk desa lagi. karena terlalu memporsir tenaga dan terlalu berat membawa beban dalam waktu yang lama.
sedangkan si A telah berhasil membuat saluran air dari bukit ke perkampungan penduduk bahkan membuat bak penampungan air. sehingga penduduk desa dengan begitu mudahnya mengambil air dari bak yang telah dibuat oleh si A. kian hari banyak warga yang membeli air dari si A bahkan ada warga yang meminta untuk membuatkan bak di rumah mereka dan membayarnya berlangganan.
Walaupun pada awalnya si A kewalahan dan menhabiskan banyak waktu untuk membuat saluran air dari bukit. tapi akhirnya kini si A hanya tinggal diam dan menikmati jarih payahnya yang dianggap si B sangat sulit. sekarang si A dapat beristirahat dengan baik tanpa harus menguras tenaganya lagi untuk memanggul air yang berat.
lalu bagaimana dengan si B? ... karena permintaan air terhadap si A karena fasilitas yang dia bangun, semakin banyak orang membeli dan berlangganan air kepadanya bahkan di desa sebelahpun telah berlangganan. akhirnya si B dijadikan orang kepercayaan si A untuk mengurus usahanya. bahkan si A telah memperkerjakan beberapa tentangganya untuk membantu usahanya.
Sahabat IBSM sekalian. dari cerita diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwah.
1. Bisnis atau usaha bukan hanya sekedar memperbanyak pendapatan, tapi bagaiman membangun Perusahaan.
2.Bisnis yang baik pada akhirnya uanglah yang bekerja untuk kita bukan sebaliknya kita bekerja untuk uang.
2. Bisnis yang berkah adalah ketika orang sekitar kita baik keluarga, teman dan tetangga mampu mengais rezeki dari usaha yang kita bangun.
nah yang manakah anda sekarang?
sandi nopiandi
Direktur IBSM | Tumbuh Bersama Menggapi Mimp
Akhirnya si A memutuskan untuk membuat saluran air dari bukit ke perkampungan di desa. Walaupun susuatu yang sulit dan lama si A tetap melakukannya.
Sedangkan si B, karena merasa yang dilakukan si A adalah pekerjaan yang sulit dan menghabiskan waktu. si B memutuskan menambah jam pengantaran air dan menambah volum ember yang dijadikan tempat membawa air.
waktu terus berlalu si A tampak kelelahan dengan pekerjaannya membuat saluran air dari bukit ke perkampungan didesa. namun si A terus melakukannya. sebaliknya dengan si B, ia menikmati hasil jarih payahnya dari penghasilan menjual air ke pendudukan desa. kebutuhan sehari-harinya terpenuhi bahkan lebih dari sekedar cukup.
namun sayang, kondisi si B tidak bertahan lama. si B akhirnya sakit dan tidak bisa menjual air kependuduk desa lagi. karena terlalu memporsir tenaga dan terlalu berat membawa beban dalam waktu yang lama.
sedangkan si A telah berhasil membuat saluran air dari bukit ke perkampungan penduduk bahkan membuat bak penampungan air. sehingga penduduk desa dengan begitu mudahnya mengambil air dari bak yang telah dibuat oleh si A. kian hari banyak warga yang membeli air dari si A bahkan ada warga yang meminta untuk membuatkan bak di rumah mereka dan membayarnya berlangganan.
Walaupun pada awalnya si A kewalahan dan menhabiskan banyak waktu untuk membuat saluran air dari bukit. tapi akhirnya kini si A hanya tinggal diam dan menikmati jarih payahnya yang dianggap si B sangat sulit. sekarang si A dapat beristirahat dengan baik tanpa harus menguras tenaganya lagi untuk memanggul air yang berat.
lalu bagaimana dengan si B? ... karena permintaan air terhadap si A karena fasilitas yang dia bangun, semakin banyak orang membeli dan berlangganan air kepadanya bahkan di desa sebelahpun telah berlangganan. akhirnya si B dijadikan orang kepercayaan si A untuk mengurus usahanya. bahkan si A telah memperkerjakan beberapa tentangganya untuk membantu usahanya.
Sahabat IBSM sekalian. dari cerita diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwah.
1. Bisnis atau usaha bukan hanya sekedar memperbanyak pendapatan, tapi bagaiman membangun Perusahaan.
2.Bisnis yang baik pada akhirnya uanglah yang bekerja untuk kita bukan sebaliknya kita bekerja untuk uang.
2. Bisnis yang berkah adalah ketika orang sekitar kita baik keluarga, teman dan tetangga mampu mengais rezeki dari usaha yang kita bangun.
nah yang manakah anda sekarang?
sandi nopiandi
Direktur IBSM | Tumbuh Bersama Menggapi Mimp

0 comments:
Post a Comment