Selamat Datang di Islamic Business School Management

Sunday, May 20, 2012

Tips menghadapi kegagalan


Tidak disangkal lagi bahwa ketentraman, kenyaman, kesejahteraan merupakan dambaan setiap insan dalam mengarungi hidupnya. Namun, dalam penomena keseharian kita sering melih banyak orang yang dinaungi kesejahteraan materi masih merasakan kepiluan dalam sanubarinya, banyak orang yang dinaungi istana yang menjulang tinggi kelangit masih resa dan gelisah menatap masa depanya, rumah yang dihiasi taman-taman nan indah duniawi masih merasakan kehampaan dibalik taman-taman indahnya, merasa sepi sunyi ditengah keramaian orang banyak. banyak serpihan kesediahan yang menaburi hati mereka dan mengusik perasaan yang dalam hingar bingar lantunan musik yang bertalu-talu ditelinganya.
Setiap orang yang memikirkan masa depannya, sekilas dalam pikiran akan timbul pertanyaan yang kerap kali muncul, "jadi apakah aku nanti?, bagaiman hidupku nanti?, seperti apa masa depanku?". itulah bebepa pertanyaan yang biasa muncul.
Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah menyatakan bahwa Allah SWT berfirman, ''Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka ia telah menyatakan perang dengan-Ku. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri-Nya kepada-Ku dengan sesuatu yang paling dicintainya dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang sunah, sehingga Aku mencintainya, dan jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia menampar, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Aku akan memenuhi permintaannya, dan jika ia meminta perlindungan-Ku, pasti Aku akan melindunginya.'' (HR Bukhari)
hadis diatas menunjukan setiap muslim yang beriman hendaklah ia jangan pernah takut untuk menghadapi setiap retorika kehidupan yang penuh dengan kerikil tajam, karena itulah bumbu-bumbu pemanis hidup kita. hendaklah setiap muslim meminta menguatkan bahunya kepada Allah untuk menahan beban masalah yang sedang dihadapinya, bukan sebaliknya meminta kepada Allah untuk meringankan beban masalah yang dihadapinya. sungguh jika masalah itu besar maka Allah maha besar, maka yakinlah akan pertolongan Allah yang maha besar itu.
seiring waktu yang berlalu begitu cepat, manusia selalu dilanda kegelisahan jiwanya, namun kegelisahan itu akan sirna biala qolbu manusia selalu dibalut kain keimanan yang menyejukan. tidak ada keraguan dan keresahan menatap masa depan, semua bertumpu pada pondasi yang amat kokoh, pondasi itu tak lain adalah pondasi iman dan taqwa kepada Allah SWT. setiap kali orang beriman dihadapkan pada suatu masalah ataupun hal yang diluar kehendaknya untuk terjadi, orang beriman akan selalu meyakini Allah lah yang maha tahu apa yang terbaik bagi dirinya, dan iapun akan memiliki kepercayaan yang kuat bahwa dalam hidupnya skenario yang dibuat Allah akan selalu lebih indah ketimbang apa yang telah ia rencanakan. itulah batasan keterbatasan kemampuan manusia yang tak mampu menembus hal-hal yang tidak dapat di inderanya. sesuatu terkadang tidak rasional, namun hal tersebut merupakan realita yang terjadi dalam fenomena kehidupannya, itulah kehendak Allah pada hambanya yang beriman.
kebanyakan orang salah mendefinisikan kesabaran. kesabaran itu tekadang disamakan dengan sikap pragmatisme yaitu menerima keadaan yang menimpa dirinya tanpa ada proses ikhtiar, padahal hampir semua yang ada didunia ini tidak bisa lepas dari teori kausalitas ( sebab akibat). artinya bahwa kita tidak boleh menerima keadaan yang menimpa kita begitu saja. harus ada proses yang kita lalui dan ketika menjalani proses inilah seorang yang beriman diharuskan bersabar, karena dalam menjalani proses tersebut pasti akan banyak menghadapi berbagai problematika yang dihadapi. barulah setelah ia menjalani proses tersebut dengan maksimalitas dan optimalitas maka ia harus menerima atas hasil yang telah ia dapatkan, bila hasil itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya, maka hendaknya orang beriman bertawakal (mengembalikan segala sesuatu kepada Allah) sedangkan bila hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan hendaknya seorang muslim yang beriman untuk bersyukur atas nikmat yang Allah anugrahkan kepadanya
next blm selesai
sandi

0 comments:

Post a Comment