Selamat Datang di Islamic Business School Management

Friday, May 18, 2012

Kapitalisme

Kapitalisme
Oleh: Sandi Nopiandi
Kapitalisme berasal dari kata Kapital yang berarti modal,  dan Isme yang berarti Faham. Jadi capitalisme merupakan pemahaman kekuasaan berada pada orang-orang yang memiliki modal.  Namun  pengertian kapitalisme diatas itu merupakan kesimpulan yang disimpulkan oleh penulis, sendangkan dalam berbagai pengertian yang dipaparkan oleh beberapa ahli seperti yang disampaikan Bagus(1996) menyebutkan bahwa kapitalisme adalah system perekonomian yang menekankan peran capital(modal). Yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya. Sedangkan ebenstein (1990) menyebut bahwa kapitalisme sebagai system  yang menyeluruh, lebih dari sekedar system perekonomian.  Ia mengaitkan  perkembangan kapitalisme sebagai bagaian dari gerakan indevidualisme. Sedangkan Heyek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalism dalam ekonomi.
Pemahaman kapitalisme ini banyak diadopsi diberbagai belahan dunia bahkan  di berbagai negeri muslim termasuk Indonesia. Kapitalisme dijadikan ideology  yang mampu memberikan solusi atas berbagai problematika ummat manusia, walaupun pada faktanya hal itu tidak akan pernah terjadi. Hal ini berawal dari permasalahan yang terjadi dikalangan kaum intelektual muslim pada abad ke 18 masehi. Yang mulai terpegaruh oleh konspirasi dan  propaganda  barat melalui filsafat-filsafat dan pemikiran-pemikiran yang menggiurkan kaum muslimin. Hal itu menjadikan kaum muslim secara perlahan melupakan bahasa Arab dan melupakan sumber-sumber hukum islam. Dari sinilah kaum muslimin memulai kehancurannya dan dari sini pula lah barat memulai kejayaannya.
            Keberhasilan islam dalam menjawab setiap permasalahan dan memberikan kesejahteraan selama 14 abad telah dilupakan dan kaum mulsimin termasuk kalangan intelektual muslim mulai melirik dunia barat yang pada masa itu mulai memperlihatkan perubahan-perubahannya yang ditunjukan dengan adanya revolusi industry francis. Terlepas dari itu, barat terus menanamkan faham-faham kapitalisme dan seculerisme (pemisahan aturan hidup dengan agama) fasludin anil hayah.  Setelah mampu memcah belah kaum muslim dengan berbagai propaganda dan pemikirannya barat berusaha menaruh antek-anteknya untuk melanggenkan ideology kapitalisme di negeri-negeri muslim dan menggantikan ideology islam yang seharusnya dipertahankan oleh kaum muslimin. Hal tesebut  sangat terlihat ketika daulah islamiah terakhir pada bani utsmaniah turki Mustafa kamal atartuk begitu gencar memperjuangkan ideology kapitalisme tersebut.
            Selain sebagai pemahaman system ekonomi, kapitalisme juga memiliki ide-ide turunan atau juga penguatnya, seperti ide seculerisme(memisahkan agama dari kehidupan), liberalisme (kebebasan berbuat, memiliki dan berpikir selama tidak merugikan satu pihak), serta ide-ide turunan lainnya yang sudah barang tentu mengarah pada kehancuran moral dan menjauhkan manusia dari fitrahnya sebagai mahluk yang khas dan mulia.
            kapitalisme merupakan system yang dibuat dan dirancang oleh manusia yang bersifat lemah, terbatas dan serba kekurangan. Sehingga apa-apa yang dihasilkan oleh makhluk yang lemah sudah menjadi sebuah keharusan hal tersebut juga akan bersifat lemah, terbatas dan banyak kekurangan pula.  Oleh karena itu system kapitalisme adalah system yang lemah dan tidak bisa dijadikan solusi untuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan manusia yang sangat komplek ini. Satu-satu system dan faham yang bisa dijadikan solusi atas segala problematika umat manusia hanyalah system yang datang dari suatu dzat yang berifat sempurna dan tidak memiliki sifat lemah, dzat yang menciptakan manusia, dzat yang lebih tahu yang baik dan buruk bagi mahluk yang diciptakan-Nya. Yaitu islam yang datang dari maha pencipta manusia dan seluruh alam semesta. Hanya islamlah yang mampu menjadi solusi dari berbagai problematika umat manusia, islam telah terbukti selama 14 abad mampu membawa peradaban manusia mejadi mulia dan terhormat, ini merupakan fakta yang tidak bisa dibantah dengan berbagai alasan apapun. Karena dapat kita buktikan dengan dua metode ilmiah yang dapat diterima dengan logis, yaitu metode pembuktian secara historis dan empiris.
  1. Pembuktian secara historis
Pembuktian secara historis dapat kita dapatkan berbagai buku sejarah yang mutawatir dan shahih,             dalam berbagai buku sejarah baik yang ditulis oleh para pakar sejarah muslim maupun dari non muslim, banyak sekali pengakuan kaum intelektual barat yang mengakui bahwa islam telah memberikan sumbangan yang sangat besar bagi peradaban dunia,  Pengakuan sumbangan Islam terhadap kemajuan peradaban Barat itu dilontarkan oleh beberapa ahli kebudayaan Barat, anatar lain :
(1) George Sarton, seorang ahli sejarah ilmu pengetahuan dari Universitas Harvard dalam bukunyaIntroduction on The History of  Science bahwa buku –buku berbahasa  Arab menjadi rujkan utama kemajuan manusia para abad 8 hingga 11.
(2) Robert Stephen Briffault menulis dalam bukunya Making of Humanity mengakui bahwa kemajuan ilmu di Eropa adalah berkat jasa bangsa Arab.
 (3) Rom Landau menulis dalam bukunya The Arab Heritage of Western Civilization mengakui bahwa para ahli ilmu pasti dan perbintangan Barat seperti Keppler, Copernicus, Galileo dan Newton tak akan pernah mampu jika tidak dirintis oleh para ilmuwan muslim sebelumnya. (4) Carra De Vauxmengatakan bahwa umat Islam telah mengajarkan Barat ilmu hitung yang belum pernah diketahui oleh para ilmuwan Yunani sekalipun.
(5) Max Mayerhof mengatakan bahwa kedokteran Islam dan ilmu pengetahuan yang lain telah menyinari Helenisme hingga Eropa mengalami Renaissance “ Oleh karena itu Islam harus tetap bersama kita” ungkap Max.
 (6) John William Droper, guru besar Universitas New York dalam bukunya History of The Conflict Between Religion and Science (1876) mengatakan bahwa jasa besar umat Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah karena mereka melakukan pengamatan dan percobaan  ala Iskandariyah bukan metode perenungan ala Athena. (lihat M Masyhur Amin, Sejarah Peradaban Islam. Hal. 295). Bahkan tak ketinggalan presiden Amerika kini Barrack Husein Obama mengatakan bahwa peradaban berhutang kepada Islam. Selengkapnya pengakuan jujur Obama ini di rilis di http://jakarta.usembassy.gov. Obama  mengatakan, " Peradaban berhutang kepada Islam. Islamlah—di tempat-tempat seperti universitas Al Azhar—yang mengusung lentera ilmu selama berabad-adab, dan membuka jalan bagi era kebangkitan kembali dan era pencerahan di Eropa. Inovasi dalam masyarakat muslimlah yang mengembangkan urutan aljabar, kompas, magnet dan alat navigasi, keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan serta pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatnya. Budaya Islam telah memberi kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjujung tinggi, puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai, kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin".
  1. Pembuktian secara empiris
Pembuktian secara empiris ini sangatlah bisa dilakukan karena metode pembuktian dengan metode empiris ini bertolak dari fakta-fakta yang dapat di indera manusia langsung berupa tempat-tempat peradaban islam yang masih tersisa, seperti peradaban islam spanyol, Baghdad, turki, dan berbagai peninggalan peradaban islam lainnya. Tidak ada satu orangpun yang mampu menolak metode ilmiah secara empiris ini, karena metode ini bisa dibuktikan oleh siapa saja yang mengindera tempat-tempat pusat peradaban islam yang masih ada dan menyimpulkannya sendiri.

Sudah sangat jelas bahwa hanya islamlah yang mampu memberikan solusi atas berbagai problematika umat manusia, lalu kenapa kita sebagai seorang muslim yang beriman harus ragu akan system islam ini yang sudah jelas-jelas selama 14 abad mampu membawa manusia pada peadaban yang mulia. Bagaimana dengan anda?


0 comments:

Post a Comment